Wednesday, October 9, 2019

Apa Itu Website Statis dan Dinamis?

Kita semua pasti pernah mengunjungi yang namanya website atau situs web. Website sendiri punya konten dan tujuan yang berbeda-beda, contohnya ada website jual beli, media sosial, blog, info dan lain sebagainya. 


Website dikelola oleh seorang programmer atau lebih. Programmer harus mempelajari bahasa tertentu agar bisa membuat website tertentu juga. Dari sekian banyak website yang bertebaran di internet, paling tidak ada 2 jenis website yaitu website statis dan dinamis? Mau tahu apa itu? simak penjelasan berikut ini.

Website Statis

Website statis adalah website tetap yang mana konten dari website atau situs webnya tidak bisa diubah secara langsung oleh pengguna website itu sendiri atau dengan kata lain kontennya bersifat statis. Umumnya website jenis ini dibuat menggunakan bahasa markup yaitu HTML dan CSS (Cascading Style Sheet). 

CSS sendiri digunakan untuk memperindah halaman website. Untuk membuat website statis tidaklah terlalu sulit. Keahlian dalam menulis dalam HTML dan CSS sudah sangat cukup karena tidak dibutuhkan pemrograman yang terlalu rumit dan hanya memerlukan beberapa file saja.

Untuk mengedit konten atau informasi biasanya harus mengedit langsung dari control panel dengan membuka file satu per satu. Contoh dari website ini seperti blog (bukan cms blog), portfolio, personal website dan sebagainya.

Apa Itu Website Statis dan Dinamis?
Website


Website Dinamis 

Website dinamis adalah website tidak tetap atau berubah-ubah atau dengan kata lain konten yang ada didalamnya dinamis. Website ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman server seperti PHP, JAVA, RUBY dan lain-lain.

Tujuan dibuatnya website dinamis adalah untuk memudahkan pengguna berinteraksi dengan segala fitur yang ada pada website tersebut. Misalnya memposting sesuatu, mengganti foto profil, menambahkan informasi, mengedit informasi dan lain sebagainya.

Website jenis ini relatif sulit untuk dibuat dikarenakan sebagai programmer back-end, kita diharuskan untuk menguasai bahasa server atau server side scripting berupa PHP dan kawan-kawannya yang sudah saya sebutkan tadi. Contoh dari website dinamis seperti Blogger, Facebook, Twitter, Instagram dan masih banyak lainnya.

Penutup

Bagaimana sudah tahu bukan perbedaan antara website statis dan website dinamis? Semoga dapat dimengerti dengan baik. Oke begitu saja untuk artikel yang berjudul apa itu website statis dan dinamis, jika ada pertanyaan atau tambahan silahkan komentar dibawah. Semoga bermanfaat dan terimakasih.


EmoticonEmoticon